Pecinan Semarang adalah tempat wisata ikonik di Jawa Tengah yang menarik untuk dikunjungi karena memiliki sejarah panjang. Di kawasan ini terdapat beragam kegiatan seru yang dapat Anda lakukan.

Apalagi, tempat sering disebut pula sebagai China Town ini kaya akan berbagai macam menu kulineran yang menggoyangkan lidah. Ingin tahu bagaimana kelanjutan informasi dari destinasi Semarang satu ini? Yuk, simak ulasan singkat berikut ini.

Sejarah Singkat

sejarah Pecinan Semarang
Foto : https://maps.google.com/maps/contrib/117574712003807452059

Pecinan Semarang merupakan kawasan wisata kuliner bersejarah yang bermula dari pemberontakan masyarakat Tionghoa kepada Belanda di Batavia. Tepatnya pada tahun 1740 lalu telah terjadi peristiwa Geger Pecinan. Yang menyebabkan masyarakat Tionghoa tersebut dibantai habis-habisan dan melarikan diri ke Semarang.

Perang ini berakhir sekitar tahun 1743. Yang ditandai dengan pembangunan suatu kampung Pecinan dekat Kota Lama, Semarang oleh pemerintah Belanda. Hal ini bertujuan untuk mengumpulkan seluruh orang Tionghoa agar mereka tidak memberontak lagi.

Masyarakat Tionghoa yang awalnya tinggal dikawasan Gedong Batu, Simongan, dan Klenteng Sam Poo Kong banyak berpindah ke kawasan sempit ini. Mereka mendirikan sebuah klenteng dengan aneka kuliner lezat sebagai daya tariknya.

Sejak saat itulah tempat wisata kuliner Semarang ini diberi nama Pecinan. Sebuah kawasan dengan beragam kekayaan budaya, ekonomi, sosial, dan sejarah unik yang telah disahkan pada SK Walikota tahun 2005.

Harga Tiket Masuk Pecinan Semarang

harga tiket masuk pecinan semarang
Foto : https://maps.google.com/maps/contrib/116824892624019612879

Wisata Pecinan Semarang yang dibuka untuk umum tidak membebankan tiket masuk kepada pengunjungnya alias digratiskan. Jadi, Anda cukup menyiapkan uang parkir dan untuk belanja yang cukup.

Biaya parkirnya ini sekitar Rp2 ribuan untuk kendaraan roda dua dan Rp5 ribuan untuk kendaraan mobil. Namun, harga tersebut kemungkinan masih bisa berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan tergantung pihak pengelolanya.

Alamat dan Rute Lokasi

rute lokasi dan alamat pecinan semarang
Foto : https://maps.google.com/maps/contrib/111256055711565122885

Lokasi Pecinan Semarang tepatnya berada di Kelurahan Kauman, Jawa Tengah. Akses jalan menuju kawasan ini terbilang lancar dan mulus, Anda bisa melalui Jalan Pekojan atau Jalan Kranggan.

Akan tetapi, supaya lebih aman dan nyaman, sebaiknya Anda menyiapkan kendaraan pribadi. Nah, untuk rutenya jika Anda berasal dari arah Jl. Gajahmada, maka bisa memilih jalur Jl. Kranggan dan melewati Jl. Benteng.

Dari Jl. Gajahmada ini Anda juga bisa memilih jalur lainnya, yakni J;. Wotgandul dan ikuti jalan hingga melewati Jl. Wotgandul Timur. Rute lainnya, jika Anda berasal dari Jl. K.H. Agus Salim atau Jurnatan, maka bisa menuju Jl. Pekojan yang diteruskan ke Jl. Gang Pinggir.

Fasilitas

fasilitas pecinan semarang
Foto : https://maps.google.com/maps/contrib/109836482649544083991

Pecinan Semarang memiliki beragam fasilitas lengkap dan bisa dinikmati sepuasnya oleh wisatawan yang datang. Berbagai fasilitasnya itu antara lain, terdapat area foodcourt, warung barang antik khas China, pasar tradisional, dan area parkir yang luas.

Liburan di sini juga semakin menyenangkan dengan hadirnya banyak klenteng yang cocok dijadikan background spot foto instagenic. Kemudian, Anda juga bisa menikmati kuliner legendaris sambil menonton pertunjukan hiburan yang menyenangkan.

Datang juga ke –> Anantari Coffee untuk anda nongki bersama kolega.

Jam Buka

jam buka pecinan semarang
Foto : https://maps.google.com/maps/contrib/104792225376812884073

Bagi Anda yang penasaran wisata Pecinan Semarang buka hari apa, wisatawan dapat mengunjunginya 24 jam nonstop tanpa dibatasi waktu. Namun, waktu yang paling tepat yakni di akhir pekan saat sre hari agar bisa menikmati kulineran sepuasnya di Pasar Semawis.

Kunjungi juga –> Ayanaz Gedong Songo memiliki banyak sekali spot foto kekinian.

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan

aktivitas yang bisa dilakukan pecinan semarang
Foto : https://maps.google.com/maps/contrib/107119996931897068639

Kawasan Pecinan Semarang yang telah berdiri sekitar abad ke-17 telah berkembang pesat hingga sekarang. Jika dulunya hanya fokus sebagai wisata religi, saat ini Anda juga bisa merasakan wisata kuliner dan lainnya.

Melihat Pertunjukan Sejarah dan Budaya

Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Pecinan Semarang adalah mengelilingi setiap sudut wilayah dengan cara berjalan kaki. Kawasan padat dengan gang-gang sempit ini menyimpan berbagai kisah dan sejarah yang terkenal.

Misalnya, ada suatu gang yang diberi nama Gang Lombok karena dulunya adalah bekas perkebunan lombok atau cabai. Bangunan ini juga memiliki nilai sejarah tinggi, mulai dari model atapnya, jendela, dan pintunya.

Kawasan tua ini semakin ramai saat menjelang hari raya Imlek, dimana banyak pedagang yang menjual lampion dan ornamen berwarna merah. Pengunjung juga akan disambut dengan arak-arakan ular naga, barongsai, hingga panggung kesenian lainnya yang dipentaskan di pinggir jalan.

Berkunjung ke Pasar Semawis

Pasar Semawis termasuk Pecinan Semarang street food yang khusus dibuka saat malam hari di sepanjang Gang Warung. Pasar yang dibuka mulai pukul 18.00 WIB ini menjual beragam jajanan tradisional. Mulai dari es hawa, pisang planet, wedang tahu, hingga cumi bakar.

Selain itu, di pasar ini juga menjual makanan kekinian, kudapan, makanan berat, dan oleh-oleh khas Semarang. Anda bisa langsung menikmatinya langsung di bangku dan kursi yang sudah disediakan penjual.

Bahkan, pengunjung juga dapat menikmati kuliner non-halal dari olahan babi, seperti bacang isi dan sate di bawah tenda semi permanen. Pastikan Anda tidak datang terlalu malam karena kuliner di sini cepat habis.

Berkunjung ke Klenteng

Keunikan dari destinasi Pecinan Semarang adalah dibangunnya banyak klenteng dalam suatu area yang bersandingan. Sehingga, tak heran kalau tempat wisata ini mendapat julukan 1001 klenteng walaupun totalnya hanya sekitar 9 buah saja.

Klenteng tersebut ada yang dimiliki umum dan keluarga tertentu, sehingga jika wisatawan ingin mengunjunginya harus meminta izin dahulu. Anda juga harus menjaga ketertiban dan jangan bergaduh mengingat ini adalah tempat ibadah.

Salah satu klenteng paling populer adalah See Hok Kiong yang memiliki 4 patung kera. Patung ini melambangkan bahwa manusia harus senantiasa menjaga mulut, telinga, mata, dan kesusilaan.

Lumpia Gang Lombok

Kuliner Pecinan Semarang lainnya yang dapat Anda kunjungi adalah Lumpia Gang Lombok. Warung legendaris yang berada di samping Klenteng Tay Kak Sie ini tidak pernah terlihat sepi pengunjung.

Warung ini usianya diperkirakan sudah mencapai seabad dengan cita rasa yang tetap terjaga manis dan gurihnya. Bahan dasarnya yakni rebung yang dibungkus kulit lumpia dan digoreng sampai matang.

Kuliner ini wajib Anda bawa pulang sebagai buah tangan dari kampung Pecinan. Hal ini karena cita rasanya yang original tidak dapat Anda temui di warung lumpia manapun.

Review sebelumnya –> Mawar Camp untuk anda lebih dekat dengan alam.

Tips Berkunjung

tips berkunjung pecinan semarang
Foto : https://maps.google.com/maps/contrib/112775701179557282904

Selain terkenal akan wisata kulinernya, Pecinan Kota Semarang juga masih aktif digunakan sebagai tempat beribadah umat Konghuchu. Oleh karena itu, ada beberapa tips yang perlu Anda ketahui saat berkunjung ke Pecinan Semarang.

Jika Anda ingin hunting menu kulineran khas Tionghoa, sebaiknya kunjungi di pagi hari.
Bawa budget yang cukup untuk menikmati semua kuliner dan borong barang cinderamata di sana.

Jangan lupa siapkan kamera terbaik untuk menemani perjalanan Anda selama di street food Pecinan.

Saat berkeliling klenteng, pastikan Anda menjaga perilaku dan jangan bersuara terlalu berisik.

Selalu jaga kebersihan tempat wisata dengan tidak membuang sampah secara berserakan atau bahkan mencoret-coret kawasan budaya.

Bagaimana, apakah Anda tertarik mencoba wisata kulineran dan religi di Pecinan Semarang? Destinasi wisata ini sangat worth it untuk dikunjungi saat akhir pekan atau liburan bersama teman, keluarga, atau buah hati tercinta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − three =